TUTUP
TUTUP
DUNIA

Jelang Debat Terakhir, Obama Minta Trump Berhenti Merengek

Trump terus mengatakan ia akan dicurangi oleh Clinton saat pemilu.
Jelang Debat Terakhir, Obama Minta Trump Berhenti Merengek
Presiden Amerika Serikat, Barack Obama (REUTERS/Kevin Lamarque)

VIVA.co.id – Presiden AS Barack Obama meminta Donald Trump berhenti merengek. Pernyataan itu disampaikan Obama karena Trump berulangkali menyatakan pemilu bulan depan akan penuh kecurangan.

Sikap Trump ini, menurut Obama, adalah sikap yang tak pernah dilakukan oleh calon Presiden AS sebelumnya. Menurut Obama, Trump bahkan sudah mendiskreditkan pemilu sebelum pelaksanaan.

Saat ini, Donald Trump sedang berhadapan dengan hasil jajak pendapat yang terus turun. Ia juga diricuhkan dengan serangkaian tuduhan pelecehan seksual. Pebisnis yang  kini jadi politisi ini, mengeluarkan tuduhan bahwa pemilu yang akan diadakan pada 8 November itu akan penuh dengan kecurangan yang dilakukan oleh kubu Hillary Clinton, lawan politiknya.

Namun, tuduhan Trump dibantah Obama. Presiden AS itu mengatakan semua yang disampaikan Trump tak berdasarkan fakta.

"Saya nasehatkan Trump untuk berhenti merengek dan berhenti mencoba memperoleh suara dengan cara seperti ini," ujar Obama di Gedung Putih, seperti dikutip dari BBC, 19 Oktober 2016.

"Ngomong-ngomong," ujar Obama menambahkan. "Jika Anda terus merengek, seperti saat ini, bahkan meski permainan sudah berakhir, ini sangat tak menunjukkan kepemimpinan dan kekuatan yang dibutuhkan untuk menjadi seorang presiden."

"Jika apapun yang terjadi bertambah buruk untuk Anda dan Anda kalah, lalu Anda mulai menyalahkan orang lain, maka Anda tidak memiliki apa yang Anda butuhkan untuk mengambil jabatan ini," katanya menegaskan.

Obama juga mengecam keras ucapan Trump yang terus memuji Presiden Rusia, Vladimir PUtin. "Anda terus memuji Putin. Pujian dan pendekatan politik melalui Rusia ini tak pernah terjadi sebelumnya," ujarnya.

Sebelumnya, Trump mengatakan, jika ia terpilih, ia akan segera mempertimbangkan untuk mengunjungi Rusia. Saat wawancara di sebuah stasiun radio, Trump berkata, "Jika saya menang pada 8 November nanti, maka menemui Putin dan Rusia akan menjadi prioritas kepemimpinan saya."

Malam ini, atau Kamis pagi Waktu Indonesia Barat, Donald Trump dan Hillary Clinton akan kembali berada dalam satu panggung debat kandidat. Ini adalah panggung ketiga atau panggung debat terakhir bagi keduanya. Acara tersebut akan diadakan di Universitas Nevada, Las Vegas.

Donald Trump, kandidat dari Partai Republik itu harus menghadapi kenyataan turunnya perolehan suara secara signifikan setelah rekaman video yang menunjukkan bagaimana ia melecehkan perempuan terungkap ke publik. Meski Trump sudah meminta maaf atas rekaman yang dibuat pada 2005 lalu, namun sejumlah perempuan muncul dan melaporkan tindakan tak menyenangkan yang pernah mereka terima yang dilakukan oleh pengusaha properti tersebut.

Berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan oleh Universitas Monmouth, Hillary Clinton saat ini mengungguli Trump. Ia berada tujuh poin lebih tinggi dibanding Donald Trump.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
<
TERPOPULER
TUTUP