TUTUP
TUTUP
DUNIA

Polisi Turki Bekuk Delapan Tersangka Serangan Kelab Malam

Dari 39 korban yang tewas, sudah 35 yang diidentifikasi.
Polisi Turki Bekuk Delapan Tersangka Serangan Kelab Malam
Polisi dan tim medis sibuk menangani korban penembakan di Istanbul, Turki. (REUTERS/Osman Orsal)

VIVA.co.id – Kepolisian Istanbul, Turki, menangkap delapan tersangka yang terkait dengan serangan kelab malam Reina di Distrik Ortakoy, pada Minggu dini hari, 1 Januari 2017. Insiden itu menewaskan 39 orang dan melukai 69 lainnya.

Menurut sumber di kepolisian, seperti dikutip situs Anadolu Agency, Selasa, 3 Januari 2017, para tersangka ini diringkus oleh polisi antiteror di kota yang dahulu bernama Konstantinopel.

Sementara itu, peneliti merilis gambar untuk mengungkap penyerangnya. Dari gambar yang dilihat dari kamera keamanan menunjukkan bahwa seorang pemuda kurus mengenakan jaket gelap tampak berdiri di dekat toko.

Pria inilah yang diduga kuat sebagai pelaku serangan teror. Sumber di Departemen Kehakiman Turki menyebutkan, dari 39 pengunjung yang tewas, 11 orang di antaranya warga Turki dan seorang warga keturunan Turki dan Belgia.

Sementara itu, tujuh korban berasal dari Arab Saudi, tiga orang masing-masing dari Lebanon dan Irak. Adapun, Tunisia, India, Maroko dan Yordania, masing-masing kehilangan dua warga negara.

Kuwait, Kanada, Israel, Suriah dan Rusia, masing-masing kehilangan satu warga dalam serangan mendadak dan mematikan itu. Empat orang korban sisanya masih belum teridentifikasi.

Sebelumnya, kelompok militan Daulah Islamiyah Irak dan al-Syam, atau ISIS, memberikan pernyataan bahwa mereka bertanggung jawab atas serangan teror tersebut.

Kelompok ekstremis ini mengaku dalam melanjutkan operasi yang diberkati, negara Islam sedang melakukan perlawanan terhadap negara pelindung salib, yakni Turki.

"Seorang jihadis heroik menyerang, dengan menembakkan senjata otomatisnya sebagai pembalasan dari agama Tuhan dan menjalankan perintah dari pemimpin Negara Islam, Abu Bakr al-Baghdadi. Dia menghancurkan klub malam paling terkenal, di mana orang-orang Kristen merayakan hari raya murtad mereka," bunyi keterangan ISIS.

 

(ren)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP