TUTUP
TUTUP
DUNIA

Kakak Kim Jong-un Pernah Minta Agar Dia Jangan Dibunuh

Ia mengirim surat pada Kim Jong-un, mengaku ingin hidup tenang.
Kakak Kim Jong-un Pernah Minta Agar Dia Jangan Dibunuh
Kim Jong-nam, kakak tiri Kim Jong-un yang tewas terbunuh di Malaysia. (Reuters)

VIVA.co.id – Dua anggota parlemen di Korea Selatan mengatakan, lima tahun lalu Kim Jong-nam, kakak tiri dari penguasa Korea Utara, Kim Jong-un, memohon kepada adiknya itu untuk mengampuni nyawanya. Permohonan itu ia sampaikan melalui sebuah surat yang dikirimkan kepada adik tirinya itu.

Melalui surat tersebut, Kim Jong-nam dikabarkan meminta kepada adik tirinya, yang langsung mengambilalih kekuasaan di Korea Utara setelah ayah mereka KimJong Il meninggal dunia pada Desember 2011. Jong-nam meminta Jong-un untuk menarik perintah pembunuhan atas dirinya. "Kami punya tempat untuk pergi, tempat untuk bersembunyi. Kami sangat menyadari bahwa satu-satunya cara untuk melarikan diri adalah bunuh diri," kata Kim Jong-nam dalam surat tersebut, seperti yang dikutip kantor berita Reuters.

Kim Jong-nam, 46, meninggal setelah mendapat serangan,  yang diduga racun di bandara di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin, 16 Februari 2017. Pejabat pemerintah AS dan Korea Selatan mengatakan mereka percaya ia dibunuh oleh agen-agen dari Utara. Selama bertahun-tahun Jong-nam tersembunyi dari pandangan publik  karena ayahnya dan ibunya yang terkenal sebagai artis di Korea Utara tidak pernah menikah secara resmi. Ia bahkan tak pernah diperlihatkan pada kakeknya, Kim Il Sung, yang juga pendiri Korea Utara hingga ia berusia lima tahun.

Kim Jong Nam menghabiskan sembilan tahun di sebuah sekolah internasional di Jenewa. Ketika ia kembali ke Pyongyang, ia bergabung dengan pemerintah. Ayahnya menjadi pemimpin pada tahun 1994 dan Kim Jong-nam diharapkan oleh banyak pihak untuk menggantikan Kim Jong Il,  sampai kemudian terjadi insiden Disneyland.

Pada bulan Mei 2001, Kim Jong Nam  tertangkap di bandara Narita Tokyo dan ditahan selama seminggu karena menggunakan paspor palsu dari Republik Dominika. Saat itu ia ditemani istrinya, wanita lain diyakini pengasuh, dan anaknya berusia empat tahun. Kepada media ia mengatakan ingin mengunjungi Disneyland, di Tokyo. Keempat orang itu kemudian di deportasi dan kembali ke Korea Utara melalui Beijing. Kim Il Sung merasa malu atas kelakuan Jong-nam, dan sejak itu bintang Jong-nam mulai meredup. Ibu Kim Jong Nam, Song Hye Rim juga merasa terpukul dan  akhirnya memilih meninggalkan Korea Utara dan tinggal di Moskow, jauh dari dia. Rim meninggal di Moskow setelah berjuang dengan depresi selama bertahun-tahun. Kim mengatakan ia sering mengunjungi makam ibunya di Moskow.

Setelah insiden Disneyland, Kim Jong-nam banyak menghabiskan sisa hidupnya di luar negeri, pertama di Cina dan kemudian di Macau. Menurut anggota parlemen Korea Selatan, intelijen Korea Selatan mengatakan ia memiliki istri dan anak-anak baik di Beijing dan Makau. "Karena saya dididik di Barat, saya bisa menikmati kebebasan dari usia dini dan saya masih senang menjadi bebas," katanya dalam catatan seorang wartawan Jepang, Yoji Gomi, yang menulis sebuah buku tentang Kim Jong-nam pada tahun 2012. "Alasan saya mengunjungi Macau begitu sering adalah karena itu adalah tempat yang paling bebas dan liberal di dekat China, di mana keluarga saya tinggal," ujarnya menambahkan.

Menurut anggota parlemen Korea Selatan, perintah untuk membunuh Jong-nam sudah dikeluarkan sejak lama. Dan salah satu upaya pembunuhan tersebut gagal dilakukan pada tahun 2012. Kim Byung-kee, salah seorang anggota parlemen mengatakan, mengutip laporan intelijen, satu-satunya alasan yang disampaikan Jong-un atas perintah pembunuhan hanyalah benci. "Aku hanya benci dia, jadi ingin menyingkirkan dia," ujarnya. Beberapa analis mengatakan, kebencian Jong-un diyakini pikiran bahwa saudaranya dapat digunakan dalam setiap penggulingan rezim.

Selalu Berpindah

Setelah surat itu, Kim Jong Nam tidak bisa tinggal lama di sembarang tempat, dan semakin sering bepergian antara berbagai kota di Asia Tenggara dan Cina. Namun Jong-nam tidak lagi menutupi penghinaannya terhadap saudara tirinya itu. "Aku setengah saudaranya, tapi aku belum pernah bertemu jadi saya tidak tahu," katanya dalam catatan lain untuk Gomi.

"Saya khawatir bagaimana Jong-un, yang hanya menyerupai kakek saya, akan mampu memenuhi kebutuhan warga Korea Utara. Kim Jong-un masih hanya angka nominal dan para anggota elite kekuasaan akan menjadi orang-orang yang berkuasa sebenarnya. Suksesi dinasti adalah lelucon ke dunia luar. "

Dia menambahkan, "Rezim Kim Jong-un tidak akan bertahan lama. Tanpa reformasi, Korea Utara akan runtuh, dan ketika perubahan tersebut terjadi, rezim akan runtuh."

Banyak pejabat Korea Utara telah dibersihkan atau tewas sejak Kim Jong-un berkuasa. Salah satu yang dieksekusi oleh Jong-un adalah pamannya, Jang Song Thaek, yang dianggap orang yang kedua yang paling kuat di negara itu dan diyakini sangat dekat dengan Kim Jong Nam. "Saya dibesarkan mendapatkan cinta khusus dari bibi dan paman dan saya tidak menyangkal bahwa mereka bahkan sekarang melakukan perawatan khusus dari saya," kata Kim Jong Nam dalam catatan tertulis kepada Gomi sebelum pamannya tewas. (ren)

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP