TUTUP
TUTUP
DUNIA

Begini Proses Cepat Tewasnya Kakak Tiri Kim Jong-un

Kain dibasahi cairan kimia lalu diusap ke wajah Jong-nam.
Begini Proses Cepat Tewasnya Kakak Tiri Kim Jong-un
Seorang pejabat Korea Utara mendatangi rumah duka tempat jasad Kim Jong-nam. (Reuters/Edgar Su)

VIVA.co.id – Senin, 13 Februari 2017, jam menunjukkan pukul 08.20 pagi. Terminal keberangkatan Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia, ramai dengan lalu-lalang calon penumpang. Dari ribuan orang di bandara, ada sesosok pria tambun berkacamata sedang menunggu jadwal keberangkatan pesawat AirAsia menuju Makau, China.

Dia lah Kim Jong-nam (46). Dia sedang berjalan santai dari sebuah kedai kopi ternama, Starbucks, melewati restoran Puffy Buffy, ke arah imigrasi. Tanpa disadari, dua sosok perempuan, warga Vietnam bernama Doan Thi Huong (28) dan WNI, Siti Aishah (25), memperhatikan gerak-gerik abang tiri dari Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, itu.

Keduanya lalu bergerak cepat mendekati Jong-nam. Satu orang bertugas mengalihkan perhatian dengan cara berjalan sembari mengumbar rayuan di depannya. Benar saja, tanpa rasa curiga pria beristri dua itu terpancing dan memandang perempuan tersebut.

Namun, tiba-tiba, satu orang lainnya mendekati Jong-nam dari belakang sembari menarik kain yang sudah dibasahi cairan kimia yang dikeluarkan dari tas warna biru. Dengan cepat, salah satu tangan perempuan itu mengusap wajah Jong-nam dari belakang.

"Dia merasa tidak enak badan sehingga pihak klinik memutuskan untuk mengirimnya ke Rumah Sakit Putrajaya. Sayang, nyawanya tidak tertolong saat dalam perjalanan ke sana," kata Kepala Badan Reserse Selangor, Fadzil Ahmat, seperti dikutip situs Reuters, Kamis, 16 Februari 2017.

Setelah serangan kilat itu, lanjut Ahmat, Jong-nam langsung pusing lalu mendekati meja informasi bandara untuk minta bantuan dan menjelaskan bahwa seseorang telah memberikan sesuatu ke wajahnya dari belakang. Dia kemudian dibawa ke Klinik Kesehatan Menara yang letaknya tak jauh dari lokasi kejadian.

Novel misteri

Pembunuhan hanya berlangsung 36 jam sebelum akhirnya bocor ke media massa Korea Selatan. Sumber lain mengatakan bahwa Jong-nam, yang selalu bepergian dengan nama samaran Kim Chol, tiba di Malaysia pada 6 Februari dari Makau.

Dia sering bolak-balik Makau-Kuala Lumpur untuk mengunjungi temannya. Jong-nam lalu memesan tiket penerbangan ke Makau dengan AirAsia pada Senin, atau hari saat dia tewas. Kepolisian Diraja Malaysia saat ini tengah mencari empat orang asing yang dipercaya bekerja sama dengan dua perempuan yang melakukan eksekusi.

"Kami memeriksa ke sebuah hotel dekat bandara dan memantau seluruh pergerakan mereka melalui kamera pengawas (CCTV)," ujar Ahmat.

Banyak petunjuk penting tentang serangan dadakan ini yang masih belum jelas, khususnya informasi tentang dua perempuan, sudah ditangkap aparat Malaysia, atas perintah siapa, dan jika ada, siapa yang mengawasi mereka di lapangan.

Menurut sumber di Beijing, China, yang memiliki hubungan dengan pemerintah Korea Utara, mengatakan kepada Reuters bahwa Pyongyang tidak terlibat dan tidak memiliki motif untuk membunuh Kim Jong-nam. "Ini jelas seperti sebuah novel misteri," tutur seorang diplomat asing di Kuala Lumpur, yang enggan menyebut identitas.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TUTUP