TUTUP
TUTUP
DUNIA

Menolak Putus Cinta, Merkuri Bertindak

Hanya karena kekasih pindah kerja, keluar pikiran jahat.
Menolak Putus Cinta, Merkuri Bertindak
Ilustrasi patah hati atau putus cinta.

VIVA.co.id – Seorang perempuan bernama Qiqi (34) asal Hubei, China, secara sengaja menyuntikkan lima mililiter merkuri ke tubuh pacarnya. Aksi nekat ini supaya sang kekasih bernama Tan ini tidak meninggalkan dirinya alias diputus.

Ide gila itu datang setelah kekasihnya mencoba memutuskan hubungan. Merkuri adalah jenis zat kimia yang menyebabkan kanker dan biasanya dipakai sebagai salah satu bahan pembuat kosmetik.

Dilansir situs Worldbuzz, Selasa, 28 Februari 2017, Qiqi dan Tan adalah teman semasa sekolah dan saling jatuh cinta. Namun, mereka berpisah setelah lulus bahkan telah memiliki rumah tangganya masing-masing.

Beberapa tahun berpisah, keduanya akhirnya bertemu kembali dan menjalin hubungan. Masalahnya, mereka menjalin hubungan terlarang selama tiga tahun sebelum akhirnya memutuskan untuk meninggalkan keluarga dan tinggal bersama.

Setelah dua tahun berlalu, Tan akhirnya berubah pikiran. Ia memutuskan untuk berpisah dengan Qiqi lantaran menerima pekerjaan di tempat lain. "Aku akan bekerja di tempat lain. Aku pikir yang terbaik untuk kita adalah putus," kata dia.

Qiqi terus-menerus memohon agar Tan berubah pikiran. Namun, Tan tetap berkukuh untuk putus. Ketika itulah, Qiqi memikirkan rencana jahat, yakni meracuni kekasihnya dengan merkuri.

Setelah melakukan beberapa penelitian, ia menemukan bahwa keracunan merkuri dalam dosis sedikit tidak akan membunuh dan hanya menimbulkan rasa sakit.

Kejahatannya pun terkuak. Tan mulai merasa sakit dan dirawat di rumah sakit lantaran disuntik merkuri melalui paha saat sedang tidur. Setelah melakukan tes dan rontgen, Tan menderita keracunan merkuri dengan jumlah besar di pahanya.

Keracunan merkuri memberikan dampak luas hingga ke hati, ginjal, dan paru-paru. "Saya meninggalkan keluarga saya demi dia. Tapi sekarang dia ingin putus dengan saya. Saya tidak ingin itu terjadi. Saya ingin dia tetap tinggal. Saya pikir jika dia sakit tidak akan pernah meninggalkan saya," kata Qiqi, saat diinterogasi pihak berwenang.

Atas tindakannya ini, Qiqi dijatuhi hukuman selama enam tahun penjara dan diganjar denda sebesar 550 ribu yuan (Rp1,07 miliar). 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP