Myanmar Siap Gabung Jadi Anggota IORA

Sidang Tingkat Menteri IORA 2017.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Rosa Panggabean

VIVA.co.id – Penasihat Keamanan Nasional Myanmar, U Thaung Tun, mengungkapkan, negaranya dipastikan akan bergabung menjadi anggota Kelompok Negara-negara Pesisir Samudera Hindia (Indian Ocean Rim Association/IORA).

Bertemu Dubes Myanmar, Wiranto Bahas Masalah Terorisme

Pernyataan ini disampaikan setelah Myanmar diundang untuk menghadiri KTT IORA di Jakarta. Dalam pertemuan tertutup tersebut, Thaung Tun bertemu dan berdialog dengan Menteri Luar Negeri Retno, LP Marsudi.

Perbincangan menghasilkan beberapa poin, di antaranya keputusan Myanmar untuk bergabung dalam KTT IORA sesegera mungkin. "Sebagai anggota ASEAN, melalui KTT IORA ini kami berharap dapat bergabung sesegera mungkin," kata Thaung Tan, di Jakarta Convention Center, Senin 6 Maret 2017.

Kata Mendag Soal Embargo Perdagangan ke Myanmar

Ia mengatakan bahwa saat ini Myanmar memiliki pemerintahan baru, sehingga pihaknya bekerja keras agar sistem demokrasi di Myanmar berjalan baik. Thaung Tun juga menuturkan kalau Indonesia telah banyak membantu Myanmar dalam mengatasi persoalan-persoalan yang muncul belakangan ini.

"Misalnya, menjembatani dialog lintas agama dan bantuan kemanusiaan. Kami akan terus melanjutkan kerja sama untuk menyelesaikan konflik di Negara Bagian Rakhine serta membantu perekonomian di sana melalui cara inklusif," ungkapnya, kala didampingi Retno.

Penghentian Ekspor ke Myanmar Tak Pengaruhi Perdagangan RI

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Konferensi Tingkat Tinggi IORA, KV. Bhagirath, mengungkapkan, ada kemungkinan Myanmar akan bergabung menjadi anggota IORA akhir tahun ini.

Bhagirath menegaskan, dia tak akan mengaitkan urusan internal pemerintah Myanmar dengan KTT IORA. Pembahasan IORA akan tetap difokuskan soal keamanan di kawasan Samudera Hindia. "Satu-satunya nonanggota (IORA) yang menghadiri pertemuan ini adalah Myanmar," tuturnya. (art)

Para ABK asing yang diduga korban perbudakan di Benjina beberapa waktu lalu

WNA Korban Perdagangan Orang Benjina Terima Restitusi

Sempat tertunda karena ada kendala.

img_title
VIVA.co.id
8 Desember 2017