TUTUP
TUTUP
DUNIA

Meksiko Gali 47 Tengkorak dari Kuburan Massal

Dua hari lalu, 250 tengkorak berhasil ditemukan.
Meksiko Gali 47 Tengkorak dari Kuburan Massal
Lokasi kuburan massal di Veracruz State di Meksiko diberi garis kuning. (REUTERS/Yahir Ceballos)

VIVA.co.id – Investigator di negara bagian Veracruz, Meksiko, kembali menemukan 47 tengkorak dari sebuah kuburan massal di wilayah Veracruz. Penemuan ini terjadi, hanya selang satu hari setelah penemuan 250 tengkorak dari kuburan massal yang berbeda.

Jaksa Agung Veracruz Jorge Winckler mengatakan, para korban yang dikubur itu diduga korban dari perang antargeng obat bius di Meksiko yang saling berebut lahan bisnis dan rute pengiriman melalui jalur imigran.

"Tengkorak dan sisa beberapa bagian tubuh tanpa nama tersebut ditemukan di area seluas 120 meter persegi. Area penemuan berlokasi sekitar 10 kilometer dari kota Alvarado," ujarnya seperti diberitakan oleh Reuters, 20 Maret 2017.

Sejauh ini, Winckler mengatakan, penyidik telah berhasil mengidentifikasi positif satu dari tiga orang anggota keluarga yang hilang sejak September 2016. Namun, dua lainnya belum berhasil diidentifikasi. "Kami masih terus melanjutkan," ujarnya dalam sebuah konferensi pers.

Ia bersumpah, untuk terus melacak pelakunya.

Hanya beberapa hari sebelumnya, tim penyelidiki menemukan lebih dari 250 tengkorak dari lokasi kuburan massal lain di sebuah gurun yang berjarak sekitar 60 kilometer dari Veracruz.

Kuburan massal itu ditemukan kerabat dari anggota keluarga yang hilang. Mereka melakukan pencarian independen, karena tidak sabar dengan respons apatis pejabat. Kelompok yang kehilangan anggota keluarga tersebut bersatu dan menyesalkan lambatnya kerja pemerintah dalam menangani pelanggaran hak asasi dan korban.

Mantan Gubernur Veracruz, Javier Duarte, yang juga anggota partai berkuasa di negara itu, kini menjadi buronan. Duarte melarikan diri, setelah dijatuhi hukuman akibat keterlibatannya dalam kejahatan yang terorganisir.

Wartawan juga banyak yang dibunuh

Secara terpisah, Jaksa Agung Veracruz mengatakan, sedang menyelidiki pembunuhan seorang wartawan, Ricardo Monlui, yang ditembak mati di kota Yanga, sebuah wilayah lain di negara tersebut. Veracruz adalah negara paling berbahaya di Meksiko untuk wartawan.

Komite Perlindungan Wartawan Veracruz mengatakan, pada 2016 lalu, setidaknya enam wartawan dibunuh, karena pekerjaan mereka. Pembunuhan terhadap wartawan terjadi sejak 2010, ketika Duarte mulai menjadi gubernur di Veracruz. Pihaknya juga sedang menyelidiki sembilan kasus pembunuhan wartawan lainnya. (asp)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP