TUTUP
TUTUP
DUNIA

Ayesha Jadi Pemandu Wisata Perempuan Pertama di Saudi

Ia lulusan Sastra Inggris dan mengaku sangat tertarik pada budaya.
Ayesha Jadi Pemandu Wisata Perempuan Pertama di Saudi
Kaum perempuan di Arab Saudi. (Reuters/Fahad Shadeed/Files)

VIVA.co.id – Seorang wanita Saudi, mencatat sejarah dengan menjadi pemandu wisata wanita pertama di negaranya. Ia berhak menjadi pemandu wisata setelah disertifikasi oleh Pusat Studi dan Penelitian Islam (Islamic Studies and Research Center).

Diberitakan oleh Al Arabiya, Selasa 21 Maret 2017, perempuan bernama Ayesha Khaja mengatakan dia bekerja keras untuk mendapatkan sertifikat dari ISRC. Dia ingin menjadi wanita pertama yang ahli di bidang situs sejarah Islam, yang memungkinkan dia untuk mendaftar sebagai pemandu wisata di Komisi Pariwisata dan Warisan Nasional Arab Saudi (Saudi Commission for Tourism and Heritage).

"Saya menuntut komisi (SCTH) untuk memungkinkan lebih banyak perempuan sebagai pemandu wisata. Jumlah wisatawan meningkat dan musim berwisata terjadi sepanjang tahun, tidak hanya selama beberapa minggu dalam setahun," kata Khaja.

Dia menambahkan komisi harus mengatur perjalanan pariwisata berkelanjutan dan teratur untuk menunjukkan pada wisatawan landmark bersejarah dan Islam di berbagai daerah. "Madinah memiliki sejarah Islam yang kaya dan merupakan salah satu kota yang paling dikunjungi di Inggris. Ada banyak wanita yang ingin diakreditasi oleh komisi untuk menjadi pemandu wisata. Komisi akan mendapatkan keuntungan besar dengan menawarkan kesempatan pelatihan kepada perempuan," ujarnya.

Khaja menambahkan dia bekerja di industri pendidikan selama 14 tahun sebelum dia berhenti dan menjadi pemandu wisata fulltime. "Saya memiliki gelar Sarjana Sastra Inggris, tapi ketertarikan bekerja saya ada pada warisan budaya," ucapnya.

"Keterampilan bahasa saya membantu saya berinteraksi dengan para wisatawan dan menunjukkan kepada mereka (sejarah) di sekitar. Akhir-akhir ini, saya tengah mengatur perjalanan ke Masjid Suci. Termasuk perjalanan mengunjungi beberapa situs Islam bersejarah di kawasan itu," papar Khaja.

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP