TUTUP
TUTUP
DUNIA

Banjir Akibat Topan Debbie, Australia Darurat Bencana Alam

Dua ribu sekolah diliburkan dan 80.000 rumah tak dapat aliran listrik.
Banjir Akibat Topan Debbie, Australia Darurat Bencana Alam
Warga Australia menyeberangi banjir yang menerjang wilayah mereka. (Reuters)

VIVA.co.id – Ratusan warga dari puluhan perumahan di utara New South Wales dan selatan Queensland dievakuasi. Otoritas setempat menyatakan warga dikhawatirkan tenggelam lantaran banjir yang melanda sebagian besar negeri Kanguru itu.

Diberitakan oleh BBC, Jumat 31 Maret 2017, dua negara bagian di Australia sudah terendam banjir akibat Topan Debbie. Badai bergerak menuju laut setelah menerpa utara Queensland utara, sebagai dampak dari empat siklon. Fenomena ini mulai muncul sejak hari Selasa, 28 Maret 2017 lalu. Namun, sejak hari Kamis, banjir dilaporkan terus mengalami peningkatan. Beberapa titik dilaporkan memiliki sekitar tiga kali curah hujan bulanan.

"Kemungkinan ada beberapa orang yang tewas dalam banjir itu, kami belum sampai pada tahap ini (pencarian) dan ada pemberitaan media massa yang menyedihkan," kata Mark Morrow, dari Layanan Darurat Negara New South Wales. Ia menambahkan sudah banyak permintaan bantuan yang dilewatkan karena resikonya terlalu berbahaya.

Sedangkan daerah yang terdampak banjir paling parah yaitu Lismore dan Tweed Heads di NSW, serta Gold Coast dan Beaudesert di Queensland. "Sekarang adalah waktu yang tepat untuk mengungsi. Jangan menunda. Perintah evakuasi adalah wajib," tulis Layanan Darurat Negara New South Wales melalui akun Twitter resminya.

Sementara itu, pihak berwenang melihat banjir di beberapa kota belum mencapai puncaknya. Data menunjukkan lebih dari 2.000 sekolah di Queensland diliburkan karena banjir. Sekitar 80.000 rumah tidak mendapatkan aliran listrik di NSW dan di Queensland. Salah satu kota, Upper Springbrook, tercatat memiliki intensitas curah hujan hampir 80 sentimeter.

Petugas pemadam kebakaran telah menyelamatkan nyawa dari, setidaknya, 85 orang yang terjebak dalam banjir. Meski demikian, Morrow mengungkapkan, kemungkinan, tim SAR tidak dapat mencapai beberapa titik hingga hari Sabtu nanti.

Angin topan merusak bangunan, jalan dan tanaman di Australia. Badai berhembus dengan kecepatan hingga 260 kilometer per jam. Agen pariwisata di Queensland melaporkan banyak pelancong yang membatalkan pemesanan tiket liburan mereka dan mengantisipasi gangguan jangka panjang untuk perdagangan mereka. Ahli kelautan juga memprakirakan topan merusak Great Barrier Reef.

 

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP