TUTUP
TUTUP
DUNIA

Warga China Serukan Boikot United Airlines

Lebih dari 100.000 warga China tanda tangani petisi.
Warga China Serukan Boikot United Airlines
Dr. David Dao saat dipaksa turun dari United Airlines. (Shanghaiist)

VIVA.co.id – Kasus menurunkan penumpang secara paksa yang dilakukan oleh maskapai asal Amerika Serikat, United Airlines, pada Senin, 10 April 2017 menimbulkan kemarahan di berbagai belahan dunia, terutama warga China. Korban yang dipaksa turun dengan cara tak manusiawi itu diidentifikasi sebagai Dr David Dao. Ia adalah seorang dokter yang berpraktik di kota Elizabethtown, Kentucky.

Rekaman pengusiran yang begitu kasar dengan cepat menjadi viral di situs media sosial China, Weibo. Ratusan ribu pengguna Weibo mengutuk insiden tersebut yang menurut mereka, Dr David Dao dipaksa turun karena ia adalah orang Asia.

Apalagi seorang penumpang sempat mengatakan kepada The Washington Post, sebelum diturunkan paksa, Dao sempat mengatakan, "saya terpilih karena saya adalah orang China." Sebagian besar pengguna Weibo juga bersumpah tak akan lagi menggunakan maskapai tersebut.

Publik China merespons dengan menggalang petisi. Komedian China, Joe Wong,  menjadi salah seorang penggagas petisi yang diberi tagar #ChinaLivesMatter atau #ChinaBerhakHidup. Diberitakan oleh Shanghaiist, 12 April 2017, hingga hari Rabu, 12 April 2017, sudah lebih dari 100.000 warga China menandatangani petisi yang dimuat halaman petisi di situs resmi Gedung Putih, whitehouse.gov. Petisi itu juga menyerukan agar pemerintah federal melakukan  penyelidikan penuh atas kasus tersebut.

"Banyak warga China merasakan bagaimana mereka menjadi subjek diskriminasi. Tapi mereka begitu takut menghadapinya sehingga tak mau bicara. Itu sebabnya banyak media massa di Barat dan publik tak menganggap serius fakta diskriminasi pada warga Asia," ujar Wong.

Sejauh ini, respons dari PR perusahaan dianggap tak cukup halus untuk menghentikan hujatan atas insiden tersebut dan menghentikan kritik yang terus menderas dari seluruh dunia. Setelah video tersebut menjadi viral, CEO United Airlines, Oscar Munoz, menyampaikan permintaan maaf pada publik. Namun bukan karena pengusiran itu, pihak maskapai meminta maaf karena pesawat saat itu sudah over booked. Sikap ini makin memicu kemarahan publik.

Bukannya menghentikan kemarahan publik, Munoz kembali melipatgandakan kemarahan dengan membuat surat untuk pekerjanya dengan mengatakan, penumpang yang dipaksa turun itu telah mengganggu dan menciptakan kerusuhan. Ia juga mengklaim, stafnya telah mengikuti prosedur yang seharusnya.

Dr David Dao dipaksa turun dengan kasar setelah menolak meninggalkan kursi secara sukarela dari penerbangan di bandara O'Hare Chicago menuju Lousville. Ia dipaksa oleh petugas kepolisian yang mendapat perintah untuk mengosongkan kursi karena ada staf United Airlines yang harus ikut dalam penerbangan tersebut karena akan bertugas ke Louisville.

Penurunan paksa itu membuat Dao terbentur hingga mengeluarkan darah dari hidungnya. Seorang penumpang dalam pesawat merekam adegan tersebut dan menyebarluaskan adegan kasar tersebut ke media sosial. Rekaman tersebut segera menjadi viral ke seluruh dunia dan membuat United Airlines menuai kecaman dan hujatan. (one)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP