Buku-buku Penulis Indonesia Jadi Incaran Penerbit Dunia

Seorang perempuan sedang membaca buku di sebuah kios. Para penerbit internasional belakangan ini kian tertarik dengan karya penulis asal Indonesia.
Sumber :
  • REUTERS

VIVA.co.id – Kabar baik bagi para penulis buku di Tanah Air. Para penerbit internasional belakangan ini kian tertarik dengan karya penulis asal Indonesia. Besarnya minat mereka itu terlihat dalam suatu pameran buku terkemuka di Italia, Tempo di Libri.

Bazar Buku Internasional Big Bad Wolf Books 2021 Kembali Digelar

Berlangsung di Kota Milan selama 19-23 April 2017, pameran buku internasional itu juga menampilkan sejumlah karya kontemporer asal Indonesia, baik itu buku fiksi maupun non fiksi.  Alda Trisda dari Yayasan Trisda Literatur, yang ikut serta dalam pameran itu, mengungkapkan ada sejumlah karya asal Indonesia yang mendapat respons yang positif, bahkan siap diterbitkan di luar negeri.

“Buku berjudul ‘Bandar. Keluarga, Darah dan Dosa yang Diwariskan’ karya Zaky Yamani akan terbit untuk negara Italia, Perancis dan Ukraina. Sementara itu, buku berjudul ‘Dari Kirara untuk Seekor Gagak’ karya Erni Aladjai juga mendapat sinyal positif dari penerbit Italia. Buku karya Martin Alaida, berjudul ‘Mati Baik-baik, Kawan’ juga mendapat sinyal positif dari Georgia serta negara-negara berbahasa Spanyol,” ungkap Alda di Milan pada Jumat waktu setempat, seperti yang disiarkan Yayasan Trisda Literatur.

Membaca dalam Lagu Akhiri Bandung Readers Festival 2019

Alda juga mengungkapkan penerbit buku dari Makedonia dan Albania juga tertarik pada buku-buku karya penulis Oka Rusmini, sementara buku karya Anton Kurnia berjudul Insomnia diminati peneribit asal Albania dan Italia. “Adapun karya M. Adnan Akmar berupa tulisan non fiksi berjudul ‘Kepulauan Rempah-rempah’ diminati oleh penerbit Italia, yang telah menerbitkan buku ‘History of Seeds,’” kata dia.

Kabar baik juga datang dari pameran buku di Frankfurt, Jerman, beberapa waktu lalu. Menurut Alda, buku karya Zaky Yamani berjudul ‘Johny Mushroom dan Judul Lainnya’, akan diterbitkan di Kuba pada Februari 2019.

Bandung Readers Festival 2019 Resmi Dibuka

Dia pun bangga bahwa Yayasan Trisda Literatur - yang dibentuk September 2016 di Bogor - telah rutin mempromosikan produk literatur dan film Indonesia dan memiliki jangkauan kerja di Eropa. Beberapa pameran yang telah diikuti antara lain, Turin Book Fair, Frankfurt Book Fair, London Book Fair dan Milan Book Fair.

Pameran Internasional

Pameran buku di MIlan ini diikuti oleh 500 peserta berupa 170 operator asing dan 330 pengusaha buku dari 34 negara. Antara lain Austria, Bulgaria, Kanada, Cina, Kroasia, Denmark. Mesir, Finlandia, Perancis, Georgia, Jerman, Yunani, italia, Latvia, Luxemburg, Norwegia, Belanda, Polandia, Portugis, Makedonia, Rusia, Serbia, Slovenia, Sepanyol, Amerika Serikat, Swedia, Swiss, Turki, Ukraina dan Hongaria.

Pameran Buku Tempo di Libri Milan dilaksanakan sebagai upaya Italia dalam menyaingi pameran buku di Jerman. Pameran kali ini berhasil mengumpulkan 6500 pertemuan di antara sesama peserta, sehingga dapat dikatakan sangat berhasil.

Presiden Asosiasi Penerbit Italia, Federico Motta, kepada pers mengatakan sangat bangga dan optimistis bahwa apa yang mereka lakukan dapat melebihi kompetitor terkuat, yaitu Jerman, yang telah menjalankan tradisi pameran buku selama 150 tahun.

“Hari ini adalah hari yang membanggakan, karena kegiatan yang telah disiapkan selama enam bulan telah memberikan kontribusi yang lebih tinggi dalam mengangkat Milan sebagai simbol kesatuan ekonomi, sosial, dan budaya,” ujar Motta.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya