Putin Isyaratkan Ada Warga Rusia Jadi Peretas Pemilu AS

Presiden Rusia Vladimir Putin saat memimpin rapat kabinet.
Sumber :
  • REUTERS/Kirill Kudryavtsev/Pool

VIVA.co.id – Presiden Rusia Vladimir Putin mengisyaratkan ada warga Rusia yang bisa jadi terlibat dalam peretasan pemilu di AS. Ia menduga, warga tersebut sangat cinta pada Rusia hingga bisa jadi terlibat dalam proses peretasan.

AS Waspadai Serangan Teroris dari Orang-orang Kecewa Hasil Pilpres

Diberitakan oleh BBC, Putin mengatakan para peretas itu bisa jadi adalah "Orang-orang yang mungkin bergabung dengan "pertarungan yang benar" melawan orang-orang yang berbicara tentang Rusia.”

Seperti "artis" yang bangun dan melukis sepanjang hari, ujar Putin, hacker yang sangat cinta pada Rusia itu menghabiskan hari mereka menyerang musuh, tambahnya. Putin juga kembali membantah,  bahwa pemerintahannya tidak terlibat meretas proses  pemilu AS tahun lalu.

Catatan SBY soal Drama Politik AS yang Bisa Dipetik Pecinta Demokrasi

Ia menambahkan bahwa kegiatan peretasan ini "tidak pernah" dilakukan di tingkat pemerintah. "Saya juga yakin, hacker tak bisa memengaruhi pemikiran pemilih," ujarnya seperti diberitakan oleh BBC, 1 Juni 2017.

Hingga saat ini, beberapa politisi AS masih meyakini adanya keterlibatan Rusia dalam proses mempengaruhi pemilihan presiden di AS.

Partisipasi Masyarakat di Pilkada 2020 Lebih Tinggi dari Pilpres AS

Pada bulan Maret, FBI mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menyelidiki tuduhan adanya campur tangan Rusia dalam proses pemilihan presiden di AS. Dua bulan lalu, mantan Direktur FBI James Comey, yang akhirnya dipecat oleh Trump, sudah mengajukan pada Senat agar diberi dukungan penuh untuk memeriksa kemungkinan hubungan antara Rusia dan kampanye Donald Trump.

Trump membantah ada kolusi. Tapi dalam komentarnya hari ini, Putin mengatakan bahwa akan memungkinkan seseorang melepaskan serangkaian serangan cyber sedemikian rupa sehingga membuatnya terlihat seolah-olah Rusia adalah sumbernya.

Kepala Eksekutif Facebook, Mark Zuckerberg.

Pilpres Bikin Facebook Alergi Politik

Kepala Eksekutif Facebook, Mark Zuckerberg, sedang memikirkan cara baru membuat konten politik kurang terlihat di platformnya.

img_title
VIVA.co.id
29 Januari 2021