DUNIA

Astronom Rusia Memetakan Lebih dari 800 Ribu Galaksi di Alam Semesta

Minggu, 19 Maret 2017 | 23:28 WIB
Oleh : Diana Petrenko, Anastasia Karagodina, RBTH

Sejumlah astronom di Universitas Negeri Moskow telah menyusun sebuah katalog berisikan informasi mengenai sekitar 800 ribu galaksi di alam semesta. Katalog ini memuat informasi setiap galaksi yang dikenal di ilmu pengetahuan. Galaksi-galaksi ini berada di dalam radius lebih dari 30 miliar tahun cahaya dari planet Bumi.

Katalog ini memberikan informasi yang rinci, termasuk komposisi bintang dan kecerahan suatu galaksi dalam spektrum elektromagnetik — dari ultraviolet hingga inframerah. Menurut para peneliti, proyek ini berhasil disusun berkat bantuan mahadata.

Informasi yang tersedia untuk publik ini disebut sebagai Referensi Katalog Galaksi SEDs. Analisis dari garis emisi hingga bentuknya dijelaskan secara lebih rinci dan akurat dibandingkan sumber lainnya, demikian menurut para ilmuwan.

Sejauh ini, informasi yang berhasil dikumpulkan hanyalah galaksi-galaksi terdekat (menurut standar kosmologi), yaitu galaksi yang memiliki pergeseran merah tidak lebih dari 0,3. Hanya sedikit informasi mengenai awal terciptanya alam semesta. Namun, para astronom berencana untuk menambahkan 300 hingga 400 galaksi lagi dalam waktu dekat.

Berbentuk seperti mawar, UGC1810 dan UGC 1813 / Nasa, EsaBerbentuk seperti mawar, UGC1810 dan UGC 1813 / Nasa, Esa

Piringan galaksi UGC 1810 di konstelasi Andromeda tampak cacat akibat gaya pasang surut yang berasal dari galaksi tetangganya, yaitu UGC 1813 yang berbentuk seperti mawar. Untaian kalung berlian biru di bagian atas terbentuk dari gugusan bintang muda yang panas dan terang.

Galaksi pusaran air, M51 / Martin Pugh / NASAGalaksi pusaran air, M51 / Martin Pugh / NASA

Galaksi ini berada sangat dekat dengan pendampingnya, yaitu NGC 5195. Akibat bentuknya yang menyerupai putaran spiral, galaksi M51 tampak seolah-seolah menarik semua objek angkasa menuju ke arahnya dan memberi kesan seperti pusaran air.

Andromeda, M31 / Lorenzo Comolli / NasaAndromeda, M31 / Lorenzo Comolli / Nasa

Galaksi raksasa ini adalah salah satu yang berada paling dekat dengan Bumi dan dapat terlihat dengan mata telanjang. Para ilmuwan percaya bahwa dalam beberapa miliar tahun, galaksi ini akan menabrak Bima Sakti dan menelannya.

Galaksi roda / ESA, NASA, HubbleGalaksi roda / ESA, NASA, Hubble

Galaksi ini diyakini telah mengalami tabrakan dengan galaksi lainnya sekitar 200 juta tahun yang lalu hingga menyebabkan gelombang kejut yang kuat. Formasi bintang muncul di sekitar bagian tengah.

M64 / Michael Miller, Jimmy Walker/NasaM64 / Michael Miller, Jimmy Walker/Nasa

Struktur galaksi ini memiliki cincin debu yang tampak jelas sehingga menutupi bintang-bintang di belakangnya.

NASA/JPL-CaltechNASA/JPL-Caltech

Galaksi cincin yang pertama kali ditemukan. Galaksi ini tidak memiliki konsensus mengenai proses terbentuknya. Menurut salah satu hipotesis, galaksi ini terbentuk ketika satu galaksi melewati piringan galaksi lainnya.

M82 / NASA, ESAM82 / NASA, ESA

Galaksi ini berada berdekatan dengan galaksi Bima Sakti dan juga memiliki lengan spiral.

Galaksi Sombrero (M104 atau NGC 4594) / Giovanny Paglioli/NASAGalaksi Sombrero (M104 atau NGC 4594) / Giovanny Paglioli/NASA

Galaksi ini dinamakan sebagai galaksi sombrero karena memiliki cincin debu yang membuatnya terlihat seperti sombrero, yaitu topi bertepi lebar khas Meksiko.

Galaksi NGC 3370 /Nasa, EsaGalaksi NGC 3370 /Nasa, Esa

Pada akhir 1994, sebuah bintang dalam galaksi ini meledak dengan kekuatan besar yang menutupi miliaran benda langit lainnya. Cahaya ledakannya sampai hingga ke bumi.

 

Pertama kali dipublikasikan di RBTH Indonesia
© RBTH Indonesia
TUTUP